SERIES 2#


Jika kita sudah yakin sepenuhnya kepada cinta Allah, kita akan senantiasa mencintai-Nya dalam kondisi dan takdir apa pun. Cinta kita kepada Sang Khalik sejatinya sejalan dengan rencana-Nya. Kita sudah paham dengan ungkapan ini, “Manusia yang berikhtiar, tetapi Allah yang mengabulkan! Desain dan skenario Allah itulah sebaik-baik rencana.
Di balik kesedihan dan kebahagiaan ada rencana Allah yang apabila kita ridha menerimanya itulah sebaik-baik jalan kehidupan. Akan tetapi sering kali kita menangis ketika ditimpa musibah berlebihan saat mendapatkan kebahagiaan. Padahal jika kita cermati dengan kesungguhan hati diantara kesedihan dan kebahagiaan sama-sama terdapat rencana Allah yang mengandung kebaikan.

Ada suatu kisah Nabi Ya’qub pernah bersedih ketika beliau kehilangan anak yang sangat disayanginya, Yusuf. Yaqub berkata”Sesungguhnya kepergian kamu bersama Yusuf sangat menyedihkan dan aku khawatir dia dimakan serigala, sedang kamu lengah darinya. –QS.Yusuf(12):13

Nabi Yaqub menangisi Yusuf yang hilang hingga matanya buta. Bagaimana dia menyikapi kesedihannya setelah mendengar berita hilangnya Yusuf ? Nabi Yaqub berkata “Maka hanya bersabar itulah terbaik (bagiku). Dan kepada Allah saja memohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan. –QS.Yusuf (12):18

Setelah semua kesedihan itu berlalu. Apa yang terjadi kepada seorang manusia calon Rasul bernama Yusuf itu ? Allah sungguh Pemilik rencana yang sangat baik. Allah jadikan Yusuf sebagai utusan-Nya, diangkat sebagai orang yang berkedudukan di Mesir dan kepercayaan raja, panutan bagi banyak orang dan memiliki kekuasaan yang besar. Meskipun sebelumnya Yusuf menderita bertahun-tahun di dalam penjara, dia tetap sabar dan yakin Allah tidak pernah tidur, Dia punya rencana baik untuknya. Dan benar saja, rencana Allah itu memang sangat indah.
Nabi yusuf A.S menjalani ketetapan Allah dengan cinta, kesabaran, dan keyakinan sepenuh hati bahwa Allah adalah Pemilik rencana terbaik. Cinta itulah yang menjadikan kita ridha atas rencana Allah.

Allah Senantiasa menyimpan berbagai kebaikan Dalam setiap rencana-Nya. Apabila ada takdir yang tidak mengenakan, maka didepannya akan ada takdir yang menggembirakan.

Jika Allah masih belum memberikan sebuah  jalan untuk mendapatkan pekerjaan, jangan jadi alasan bagi kita merajuk berlebihan.
Jika Allah masih menyimpan calon pendamping hidup, janganlah itu menjadi sebab kita membenci rencana Allah. Jika pintu rezeki masih kurang lancar, jangan menjadi alasan kita ragu akan janji dan kehendak Allah.

Tugas kita saat ini adalah tetap memelihara keimanan meningkatkan ketakwaan, membersihkan dosa yang belum ditobati, meminta maaf atau memaafkan bila punya kesalahan, mengeluarkan kotoran dalam hati bila masih berpenyakit, senantiasa berzikir kepada Allah bila hati dilanda gundah gulana, dan tetap menerima apa pun takdir Allah.

Komentar